Mahasiswa saya pernah bertanya, apa sebenarnya perbedaan antara S1
dan S2. Jika ditambah dengan perbedaan S2 dan S3, maka pertanyaan
lengkapnya adalah seperti judul di atas: Apa perbedaan S1, S2, dan S3?
Pertanyaan seperti ini wajar muncul sebab setelah melihat Tugas Akhir
(skripsi) mahasiswa S1, tesis mahasiswa S2, dan disertasi mahasiswa S3
kok tidak terlihat perbedaan yang signifikan? Tesis S2 dilihat oleh
mahasiswa saya sama seperti pekerjaan TA mahasiswa S1, bahkan mungkin
lebih rendah kualitasnya daripada TA mahasiswa S1. Mungkin juga
disertasi S3 kualitasnya sama seperti tesis S2, atau bahkan lebih rendah
lagi.
Di ITB saya sering menguji tesis S1 dan S2, kalau menguji mahasiswa
S3 baru sebatas ujian kualifikasi yaitu menguji proposal mahasiswa S3
tahun pertama. Pernah ketika menguji tesis mahasiswa S2 saya merasa
heran, tesis semacam ini kok bisa maju sidang, kualitasnya jauh di bawah
TA mahasiswa S1 yang saya bimbing. Ah, mungkin dosen pembimbingnya asal
menerima topik saja dan tidak memperhatikan substansi tesis, begitu
dugaan saya. Sebaliknya ketika menguji TA mahasiswa S1 saya pernah
takjub karena kualitasnya melampaui tesis S2 atau bahkan sudah hampir
menyamai disertasi S3.
Kalau begitu apa sebenarnya perbedaan program S1, S2, dan S3? Kalau
hanya melihat dari kualitas TA dan tesis saja tentu belum mendapat
gambaran bedanya apa, harus dilihat juga kurikulumnya. Kurikulum S1
sifatnya umum (general), karena mahasiswa S1 perlu mempelajari semua
subjek dalam bidang ilmunya. Sedangkan kurikulum S2 lebih spesifik
mendalami suatu sub-bidang di dalam bidang ilmu itu. Meminjam istilah Pak Armein, S1 itu cenderung generalis sedangkan S2 itu cenderung spesialis.
Ambil contoh pada Program Studi S1 Informatika ITB, semua subjek di dalam bidang informatika/computer science
dipelajari oleh mahasiswa, yaitu algoritma dan pemrograman, struktur
data, matematika diskrit, basisdata, rekayasa perangkat lunak, sistem
informasi, jaringan komputer, inteligensia buatan, komputer grafika,
sistem operasi, otomata dan teori bahasa. Mahasiswa yang ingin mendalami
suatu subjek tertentu di Informatika dapat mengambil mata kuliah
pilihan seperti kriptografi dan keamanan komputer, pemrosesan bahasa
alami, teknik kompilasi, temu-balik informasi, sistem pakar, dan
lain-lain.
Program S2 adalah kelanjutan program S1, oleh karena itu mata kuliah di S2 lebih advance dan
yang dipelajari adalah sub-bidang yang lebih spesifik. Pada program S2
Informatika ITB terdapat beberapa opsi atau pilihan, yaitu opsi computer science, opsi Sistem Informasi, opsi Rekayas Perangkat Lunak, opsi Teknologi Informasi, opsi Game,
opsi Keamanan Informasi, dan lain-lain. Masing-masing opsi mempunyai
kurikulum yang berbeda namun terdapat mata kuliah yang sama (common)
untuk semua opsi tadi. Dengan tawaran berbagai opsi tadi mahasiswa
dapat menekuni sub-bidang yang akan menjadi spesialisasinya nanti.
Program S3 jelas berbeda dengan S1 dan S2. Di S3 tidak ada kuliah
kelas (kecuali kuliah filsafat ilmu), sebab kuliah S3 fokusnya adalah
riset mandiri, mahasiswa melakukan riset selama bertahun-tahun untuk
mengembangkan pengetahuan baru. Seringkali riset itu berangkat dari
suatu hipotesis, dan melalui rangkaian metodologi penelitian ilmiah yang
terstruktur hipotesis itu dibuktikan kebenarannya. Kebenaran hipotesis
itu menjadi sebuah metode baru sebagai kontribusi bagi ilmu.
pengetahuan.
Dalam bahasa saya yang sederhana, perbedaan antara S1, S2, dan S3
dapat dinyatakan dalam sebuah kalimat sebagai berikut: di S1 mahasiswa
mempelajari (satu atau lebih) metode, di S2 mahasiswa mengembangkan
metode, sedangkan di S3 mahasiswa menghasikan metode (baru). Oleh karena
itu, Tugas Akhir mahasiswa S1 adalah mengaplikasikan suatu metode untuk
menyelesaikan sebuah persoalan, Tesis S2 mengembangkan metode yang
spesifik agar dapat diaplikasikan untuk persoalan yang lebih luas,
sedangkan disertasi S3 menghasilkan metode baru yang lebih baik daripada
metode yang sudah ada sebelumnya.
http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/24/perbedaan-s1-s2-dan-s3/
Kamis, 02 Mei 2013
FGD “Kajian Pengaruh Investasi ICT Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
FGD “Kajian Pengaruh Investasi ICT Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di
Indonesia” dibuka oleh Ibu Septriana Tangkary selaku Kepala Puslitbang
APTIKA dan IKP, yang dihadiri oleh para pejabat eselon III dan IV, dan
para peneliti beserta staf di lingkungan Balitbang Kominfo, dengan
Narasumber Prof. Dr.Kalamullah Ramli, Dr.Djoni Hartono, Dr.Hary
Budiarto, dan Dr.Fritz Horas Silalahi.
Djoni Hartono, Dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Ekonomi (PPFIE) Universitas Indonesia, mengatakan Tabel Input – Output (IO) dari Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menggunakan data tahun 2010 dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dapat di compare dengan versi Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD – Organization for Economic Co-operation and Development). Dalam sektor ICT manufacturing, nilai IO bisa didapat dari statistik besar dan sedang. “Sayangnya, saat ini data untuk industri kecil belum ada, dan BPS belum mempublikasikan data tabel IO tahun 2010,” ungkap dosen Ilmu Ekonometri tersebut.
Hary Budiarto, Kepala Pusat Data Informasi dan Standarisasi BPPT, menambahkan BPPT telah menerbitkan ICT indikator tahun 2000 – 2010, dan menjadi ICT outlook Indonesia pada tahun 2011. “Kami bekerjasa sama dengan BPS dalam mengumpulkan data mengenai definisi ICT menurut OECD, namun fokusnya ke pendapatan rumah tangga,” ujar pakar Multimedia tersebut.
Sementara, Fritz Horas Silalahi, Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM, menyampaikan kebijakan Viability Gap Fund (VGF), kebijakan tax holiday dan tax allowance yang dapat mendukung perkembangan ICT di Indonesia. “Ada juga kebijakan alokasi resiko, namun belum termasuk dalam sektor ICT. Jika dimasukkan, dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur ICT,” ujar Dir. Perencanaan Infrastruktur BKPM tersebut.
Kalamullah Ramli, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, KemKominfo, menyarankan untuk mendapatkan data dari para pelaku industri telko yang berinvestasi besar di software serta dari Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII). “Investasi ICT pada akses data oleh perusahaan telko sudah sangat besar, namun belum maksimal keuntungannya, sehingga mempengaruhi Average Revenue Per User (ARPU). Investasi data center, dan ekonomi kreatif juga perlu diperhitungkan”, ungkap Dosen Fakultas Teknik UI tersebut. (NM)
http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/blog/2013/04/24/fgd-kajian-pengaruh-investasi-ict-terhadap-pertumbuhan-ekonomi-di-indonesia/
Djoni Hartono, Dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Ekonomi (PPFIE) Universitas Indonesia, mengatakan Tabel Input – Output (IO) dari Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menggunakan data tahun 2010 dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dapat di compare dengan versi Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD – Organization for Economic Co-operation and Development). Dalam sektor ICT manufacturing, nilai IO bisa didapat dari statistik besar dan sedang. “Sayangnya, saat ini data untuk industri kecil belum ada, dan BPS belum mempublikasikan data tabel IO tahun 2010,” ungkap dosen Ilmu Ekonometri tersebut.
Hary Budiarto, Kepala Pusat Data Informasi dan Standarisasi BPPT, menambahkan BPPT telah menerbitkan ICT indikator tahun 2000 – 2010, dan menjadi ICT outlook Indonesia pada tahun 2011. “Kami bekerjasa sama dengan BPS dalam mengumpulkan data mengenai definisi ICT menurut OECD, namun fokusnya ke pendapatan rumah tangga,” ujar pakar Multimedia tersebut.
Sementara, Fritz Horas Silalahi, Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM, menyampaikan kebijakan Viability Gap Fund (VGF), kebijakan tax holiday dan tax allowance yang dapat mendukung perkembangan ICT di Indonesia. “Ada juga kebijakan alokasi resiko, namun belum termasuk dalam sektor ICT. Jika dimasukkan, dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur ICT,” ujar Dir. Perencanaan Infrastruktur BKPM tersebut.
Kalamullah Ramli, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, KemKominfo, menyarankan untuk mendapatkan data dari para pelaku industri telko yang berinvestasi besar di software serta dari Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII). “Investasi ICT pada akses data oleh perusahaan telko sudah sangat besar, namun belum maksimal keuntungannya, sehingga mempengaruhi Average Revenue Per User (ARPU). Investasi data center, dan ekonomi kreatif juga perlu diperhitungkan”, ungkap Dosen Fakultas Teknik UI tersebut. (NM)
http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/blog/2013/04/24/fgd-kajian-pengaruh-investasi-ict-terhadap-pertumbuhan-ekonomi-di-indonesia/
Apa itu broad band
Kayaknya udah pernah dibahas ya di artikel copas2 yang dulu
tapi kayaknya pengen refresh lagi deh tentang broad band ...apa sih broadband sampe pemerintah pengen bikin palapa ring project segala ..
Teknologi broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Meskipun jalur data yang disediakan untuk penggunanya sangat lebar, teknologi broadband biasanya membagi jalur lebar tersebut dengan pengguna sekitarnya. Namun jika tidak ada yang menggunakan, pengguna akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut.
Teknologi broadband atau pita lebar merupakan salah satu teknologi media transminsi yang mendukung banyak frekuensi, mulai dari frekuensi suara hingga video. Teknologi ini bisa membawa banyak sinyal dengan membagi kapasitasnya (yang sangat besar) dalam beberapa kanal bandwidth. Setiap kanal beroperasi pada frekuensi yang spesifik. Secara sederhana, istilah teknologi broadband digunakan untuk menggambarkan sebuah koneksi berkecepatan 500 Kbps atau lebih. Tetapi FCC mendefenisikan broadband dengan kecepatan minimal 200 Kbps. Ada dua jenis jalur lebar yang umum, yaitu DSL dan kabel modem, yang mampu mentransfer 512 Kbps atau lebih, kira-kira 9 kali lebih cepat dari modem yang menggunakan kabel telepon standar. Saat ini, teknologi broadband wireless merupakan tujuan utama dari evolusi teknologi telekomunikasi.
Apa yang ditawarkan oleh layanan broadband? Tentunya akses data multimedia berkecepatan tinggi berupa layanan gambar, audio, dan video, termasuk video streaming, video downloading, video telephony, dan video messaging. Melalui perangkat yang mendukung teknologi tersebut, pengguna juga bisa mengakses hiburan mobile TV dan mengunduh musik, serta melakukan komunikasi real-time menggunakan teknologi fixed-mobile, seperti webcam melalui ponsel.
Broadband adalah koneksi kecepatan tinggi yang memungkinkan akses Internet secara cepat dan selalu terkoneksi atau “always on”. Kalau dirunut ke belakang, sejarah broadband bergerak mulai dari ditemukannya kabel serat optik pada tahun 1950, dimana sebelumnya kebutuhan komunikasi data belum dibutuhkan dalam kecepatan tinggi. Baru pada 1990an muncul kebutuhan yang besar terhadap transfer data kecepatan tinggi dan era broadband mulai. Saat itu, andalannya lebih pada kabel serat optik.
Tahun 1999, perkembangan transfer data kapasitas besar dan kecepatan tinggi mulai banyak digunakan, utamanya dengan maraknya layanan TV kabel yang membutuhkan kabel modem. Saat itu, tak kurang dari 1,5 juta pelanggan TV kabel semakin menyemarakkan era baru, broadband.
Namun, karena kabel serat optik ini cukup mahal, maka perkembangan broadband boleh dikatakan relatif lambat, dan penggunanya pun terbatas.
Belakangan, meski TV kabel sudah banyak pelanggannya, perkembangannya lebih banyak dipicu oleh munculnya teknologi ADSL (asymmetric digital subscriber line). ADSL sanggup melewatkan jutaan bit informasi dalam hitungan detik pada jaringan telepon biasa.
ADSL broadband bekerja pada dua kecepatan, menerima dan mengirim data, sehingga sangat cocok digunakan untuk browsing dan mengirim atau menerima e-mail. Kecepatan pengiriman datanya, lebih lambat dibandingkan menerima data. ADSL standar menerima data atau informasi pada kecepatan 2 Mbps (35 kali lebih cepat dari modem standar) dan mengirim data pada kecepatan 256 Kbps (lima kali lebih cepat). Namun, umumnya rentang kapasitas broadband antara 256 Kbps dan 10 Mbps.
Selain ADSL, ada SHDSL Broadband (symmetric high bit rate DSL), yang mampu mengirim dan menerima data pada kecepatan yang sama, yakni hingga 2 Mbps. Karenanya, SHDSL ini sangat cocok digunakan untuk berbagai bisnis yang
membutuhkan data dalam jumlah besar dan kecepatan tinggi, misalnya mengirim dan menerima e-mail dengan lampiran yang besar, file audio dan video. Broadband semakin menunjukkan perkembangan pesat. Hingga akhir 2004 jumlah pelanggannya telah mencapai 140 juta dan pertumbuhannya sangat cepat.
Riset Yankee Group memperkirakan bahwa pada 2008 mendatang akan terdapat 325 juta pelanggan. Karenanya, broadband boleh dibilang merupakan teknologi yang perkembangannya paling cepat dalam sejarah. Kalau telepon bergerak (mobile phone) membutuhkan waktu 5,5 tahun untuk bertumbuh dari 10 juta ke 100 juta pengguna di seluruh dunia, maka broadband mencapainya hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Pertumbuhan cepat tersebut sebagian besar dipicu oleh perkembangan yang terjadi di kawasan Asia Pasifik, terutama Jepang dan Korea Selatan. Dengan jumlah penduduk mencapai 48,6 juta jiwa, dimana 10 juta penduduknya bermukim di Seoul, pada 2004 pengguna Internet Korea telah mencapai 35,7 juta. Pada saat yang sama, dari jumlah itu, 84 persennya (30 juta) merupakan pelanggan broadband, baik menggunakan DSL maupun cable modem. Tahun 2008, Korea menargetkan untuk mencapai 100% pelanggan broadband.
Di sisi lain, meski dapat menggunakan bermacam-macam teknologi, namun operator tak dapat menyediakan semua jenis teknologi itu, dan sebaliknya tak ada satu teknologi untuk semua keperluan layanan broadband. Berbagai variasi pilihan dan aspek bisnis yang didasarkan pada perkembangan kebutuhan, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal, baik dalam layanan maupun perolehan bisnis, perlu menjadi pertimbangan strategis ke depan.
Perkembangan ke depan, tampaknya tak lagi terjebak dalam mempertentangkan antara DSL vs cable modem atau fixed-line vs wireless. Meski perkembangan nirkabel menuju layanan 3G atau 4G juga tak kalah serunya. Saat ini ke depan, tampaknya akan ada banyak pilihan, mulai dari sambungan kabel hingga nirkabel, mulai dari ADSL, ADSL2+, VDSL, VDSL2, Ethernet, hingga Wi-Fi, 802.16 (WiMAX), dan FTTH (fiber-to-the-home) atau FTTB (fiber-to-the-building). Nantinya, juga akan berkembang MBWA (mobile broadband wireless access).
Pendekatan campuran, yang memadukan beberapa kapabilitas, oleh John Giametto, Presiden Nortel Networks Asia, disebut sebagai “ultrabroadband”. Ini merupakan pendekatan yang logis untuk melayani beragam kebutuhan terhadap broadband. Ultrabroadband merujuk pada berbagai kombinasi kebutuhan penyedia layanan.
Untuk negara seperti Indonesia dan Thailand, membangun kabel bukan saja sulit, tetapi juga mahal, alternatif nirkabel menjadi lebih logis. Ini dibuktikan dengan upaya Telkom menggelar layanan ADSL dengan brand TelkomLink Multi Media Access (MMA). Belakangan Telkom juga muncul dengan produk Speedy.
Contoh lainnya, India. Di negeri Bollywood ini, terdapat 40 juta sambungan telepon dan sekitar 4 juta komputer. Dengan pasar di mana setiap rumah yang memiliki telepon hanya sepersepuluhnya memiliki PC, maka sebaiknya tidak mengembangkan akses Internet berkecepatan tinggi, melainkan langsung mengembangkan layanan video, karena hampir setiap rumah pasti memiliki TV.
Karenanya, perkembangan broadband mestinya mendukung apa yang disebut value-added broadband, yang mampu memberi pengalaman baru yang mudah semudah menghidupkan TV, apapun perangkat yang digunakan.
Namun, tantangannya tak berhenti disana, karena untuk menyediakan layanan seperti itu, yang berarti membutuhkan teknologi multi akses, diperlukan tingkat interoperabilitas yang tinggi, sehingga memudahkan dalam pengelolaan jaringan dan pelanggan. Tantangan lainnya adalah bagaimana operator dapat bekerjasama dengan sejumlah penyedia konten untuk semakin memperkaya layanan dan kontennya.
Tantangan untuk menyediakan layanan broadband berbasis pelanggan, dengan begitu, harus terus diupayakan. Andalannya, saat ini, tentunya tak hanya pada jaringan kabel, melainkan juga nirkabel. Namun, ke depan ini setidaknya ada beberapa teknologi yang prospektif untuk itu, yang dianggap sebagai langkah selanjutnya dari perkembangan teknologi broadband, antara lain: Metro Ethernet, VDSL/ADSL 2+, FTTH, IP Wireless, CDMA-1x EV-DO dan WiMAX.
Sekian penjelasan singkat dari saya tentang broadband.
diambil dari http://hamam21.blogspot.com/2009/03/apa-itu-broadband.html
tapi kayaknya pengen refresh lagi deh tentang broad band ...apa sih broadband sampe pemerintah pengen bikin palapa ring project segala ..
Teknologi broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Meskipun jalur data yang disediakan untuk penggunanya sangat lebar, teknologi broadband biasanya membagi jalur lebar tersebut dengan pengguna sekitarnya. Namun jika tidak ada yang menggunakan, pengguna akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut.
Teknologi broadband atau pita lebar merupakan salah satu teknologi media transminsi yang mendukung banyak frekuensi, mulai dari frekuensi suara hingga video. Teknologi ini bisa membawa banyak sinyal dengan membagi kapasitasnya (yang sangat besar) dalam beberapa kanal bandwidth. Setiap kanal beroperasi pada frekuensi yang spesifik. Secara sederhana, istilah teknologi broadband digunakan untuk menggambarkan sebuah koneksi berkecepatan 500 Kbps atau lebih. Tetapi FCC mendefenisikan broadband dengan kecepatan minimal 200 Kbps. Ada dua jenis jalur lebar yang umum, yaitu DSL dan kabel modem, yang mampu mentransfer 512 Kbps atau lebih, kira-kira 9 kali lebih cepat dari modem yang menggunakan kabel telepon standar. Saat ini, teknologi broadband wireless merupakan tujuan utama dari evolusi teknologi telekomunikasi.
Apa yang ditawarkan oleh layanan broadband? Tentunya akses data multimedia berkecepatan tinggi berupa layanan gambar, audio, dan video, termasuk video streaming, video downloading, video telephony, dan video messaging. Melalui perangkat yang mendukung teknologi tersebut, pengguna juga bisa mengakses hiburan mobile TV dan mengunduh musik, serta melakukan komunikasi real-time menggunakan teknologi fixed-mobile, seperti webcam melalui ponsel.
Broadband adalah koneksi kecepatan tinggi yang memungkinkan akses Internet secara cepat dan selalu terkoneksi atau “always on”. Kalau dirunut ke belakang, sejarah broadband bergerak mulai dari ditemukannya kabel serat optik pada tahun 1950, dimana sebelumnya kebutuhan komunikasi data belum dibutuhkan dalam kecepatan tinggi. Baru pada 1990an muncul kebutuhan yang besar terhadap transfer data kecepatan tinggi dan era broadband mulai. Saat itu, andalannya lebih pada kabel serat optik.
Tahun 1999, perkembangan transfer data kapasitas besar dan kecepatan tinggi mulai banyak digunakan, utamanya dengan maraknya layanan TV kabel yang membutuhkan kabel modem. Saat itu, tak kurang dari 1,5 juta pelanggan TV kabel semakin menyemarakkan era baru, broadband.
Namun, karena kabel serat optik ini cukup mahal, maka perkembangan broadband boleh dikatakan relatif lambat, dan penggunanya pun terbatas.
Belakangan, meski TV kabel sudah banyak pelanggannya, perkembangannya lebih banyak dipicu oleh munculnya teknologi ADSL (asymmetric digital subscriber line). ADSL sanggup melewatkan jutaan bit informasi dalam hitungan detik pada jaringan telepon biasa.
ADSL broadband bekerja pada dua kecepatan, menerima dan mengirim data, sehingga sangat cocok digunakan untuk browsing dan mengirim atau menerima e-mail. Kecepatan pengiriman datanya, lebih lambat dibandingkan menerima data. ADSL standar menerima data atau informasi pada kecepatan 2 Mbps (35 kali lebih cepat dari modem standar) dan mengirim data pada kecepatan 256 Kbps (lima kali lebih cepat). Namun, umumnya rentang kapasitas broadband antara 256 Kbps dan 10 Mbps.
Selain ADSL, ada SHDSL Broadband (symmetric high bit rate DSL), yang mampu mengirim dan menerima data pada kecepatan yang sama, yakni hingga 2 Mbps. Karenanya, SHDSL ini sangat cocok digunakan untuk berbagai bisnis yang
membutuhkan data dalam jumlah besar dan kecepatan tinggi, misalnya mengirim dan menerima e-mail dengan lampiran yang besar, file audio dan video. Broadband semakin menunjukkan perkembangan pesat. Hingga akhir 2004 jumlah pelanggannya telah mencapai 140 juta dan pertumbuhannya sangat cepat.
Riset Yankee Group memperkirakan bahwa pada 2008 mendatang akan terdapat 325 juta pelanggan. Karenanya, broadband boleh dibilang merupakan teknologi yang perkembangannya paling cepat dalam sejarah. Kalau telepon bergerak (mobile phone) membutuhkan waktu 5,5 tahun untuk bertumbuh dari 10 juta ke 100 juta pengguna di seluruh dunia, maka broadband mencapainya hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Pertumbuhan cepat tersebut sebagian besar dipicu oleh perkembangan yang terjadi di kawasan Asia Pasifik, terutama Jepang dan Korea Selatan. Dengan jumlah penduduk mencapai 48,6 juta jiwa, dimana 10 juta penduduknya bermukim di Seoul, pada 2004 pengguna Internet Korea telah mencapai 35,7 juta. Pada saat yang sama, dari jumlah itu, 84 persennya (30 juta) merupakan pelanggan broadband, baik menggunakan DSL maupun cable modem. Tahun 2008, Korea menargetkan untuk mencapai 100% pelanggan broadband.
Di sisi lain, meski dapat menggunakan bermacam-macam teknologi, namun operator tak dapat menyediakan semua jenis teknologi itu, dan sebaliknya tak ada satu teknologi untuk semua keperluan layanan broadband. Berbagai variasi pilihan dan aspek bisnis yang didasarkan pada perkembangan kebutuhan, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal, baik dalam layanan maupun perolehan bisnis, perlu menjadi pertimbangan strategis ke depan.
Perkembangan ke depan, tampaknya tak lagi terjebak dalam mempertentangkan antara DSL vs cable modem atau fixed-line vs wireless. Meski perkembangan nirkabel menuju layanan 3G atau 4G juga tak kalah serunya. Saat ini ke depan, tampaknya akan ada banyak pilihan, mulai dari sambungan kabel hingga nirkabel, mulai dari ADSL, ADSL2+, VDSL, VDSL2, Ethernet, hingga Wi-Fi, 802.16 (WiMAX), dan FTTH (fiber-to-the-home) atau FTTB (fiber-to-the-building). Nantinya, juga akan berkembang MBWA (mobile broadband wireless access).
Pendekatan campuran, yang memadukan beberapa kapabilitas, oleh John Giametto, Presiden Nortel Networks Asia, disebut sebagai “ultrabroadband”. Ini merupakan pendekatan yang logis untuk melayani beragam kebutuhan terhadap broadband. Ultrabroadband merujuk pada berbagai kombinasi kebutuhan penyedia layanan.
Untuk negara seperti Indonesia dan Thailand, membangun kabel bukan saja sulit, tetapi juga mahal, alternatif nirkabel menjadi lebih logis. Ini dibuktikan dengan upaya Telkom menggelar layanan ADSL dengan brand TelkomLink Multi Media Access (MMA). Belakangan Telkom juga muncul dengan produk Speedy.
Contoh lainnya, India. Di negeri Bollywood ini, terdapat 40 juta sambungan telepon dan sekitar 4 juta komputer. Dengan pasar di mana setiap rumah yang memiliki telepon hanya sepersepuluhnya memiliki PC, maka sebaiknya tidak mengembangkan akses Internet berkecepatan tinggi, melainkan langsung mengembangkan layanan video, karena hampir setiap rumah pasti memiliki TV.
Karenanya, perkembangan broadband mestinya mendukung apa yang disebut value-added broadband, yang mampu memberi pengalaman baru yang mudah semudah menghidupkan TV, apapun perangkat yang digunakan.
Namun, tantangannya tak berhenti disana, karena untuk menyediakan layanan seperti itu, yang berarti membutuhkan teknologi multi akses, diperlukan tingkat interoperabilitas yang tinggi, sehingga memudahkan dalam pengelolaan jaringan dan pelanggan. Tantangan lainnya adalah bagaimana operator dapat bekerjasama dengan sejumlah penyedia konten untuk semakin memperkaya layanan dan kontennya.
Tantangan untuk menyediakan layanan broadband berbasis pelanggan, dengan begitu, harus terus diupayakan. Andalannya, saat ini, tentunya tak hanya pada jaringan kabel, melainkan juga nirkabel. Namun, ke depan ini setidaknya ada beberapa teknologi yang prospektif untuk itu, yang dianggap sebagai langkah selanjutnya dari perkembangan teknologi broadband, antara lain: Metro Ethernet, VDSL/ADSL 2+, FTTH, IP Wireless, CDMA-1x EV-DO dan WiMAX.
Sekian penjelasan singkat dari saya tentang broadband.
diambil dari http://hamam21.blogspot.com/2009/03/apa-itu-broadband.html
menyambungkan indonesia tidak mudah apalagi broadband makanya dibangun palapa ring project
menyambungkan wilayah terpisah-pisah lebih mudah daripada wilayah yang satu bagian..
misalnya indonesia yang terdiri dari berapa pulau ?13.000 lebih ya...coba aku cari di google
dapat ..ini dia
Tahun 1972, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memublikasikan sebanyak 6.127 nama pulau-pulau di Indonesia.[rujukan?] Pada tahun 1987 Pusat Survei dan Pemetaan ABRI (Pussurta ABRI) menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 17.508, di mana 5.707 di antaranya telah memiliki nama, termasuk 337 nama pulau di sungai.[rujukan?] Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), pada tahun 1992 menerbitkan Gazetteer Nama-nama Pulau dan Kepulauan Indonesia yang mencatat sebanyak 6.489 pulau bernama, termasuk 374 nama pulau di sungai.[rujukan?] Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Pada tahun 2002 berdasarkan hasil kajian citra satelit menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 18.306 buah.[rujukan?]
Data Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan dari para gubernur dan bupati/wali kota, pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7.870 pulau yang bernama, sedangkan 9.634 pulau tak bernama[rujukan?]
Dari sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia, yang berpenghuni hanya sekitar 6.000 pulau. Di bawah ini disajikan pulau-pulau utama Indonesia:
Jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504 buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama, sedangkan 9.634 belum memiliki nama.
Sumber: Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia [6]
apa gampang menyambungkan 18.000 pulau ?hehehe mendingan nyambungin satu benua daripada banyak pulau ..akibatnya maka telekomunikasi tidak bisa menjangkau semua pulau..walau mungkin banyak juga pulau yang belum berpenghuni ya..katanya pulau yang berpenghuni 6000 ya...pulau besar utama ya cuma pulau sumatera, kalimantan, jawa, bali , papua/irian, ya sulawesi, maluku juga kali yee....tapi irian jg sebagian bukan kita dan kalimantan jg ada yang bukan bagian kita..
nah untuk menyatukan seluruh pulau di indonesia supaya bisa berhubungan telekomunikasi , pemerintah mencanangkan palapa ring project katanya sih untuk mengurangi kesenjangan secara sekarang ini emang kita jaringan telekomunikasi nggak merata....nih datanya aku dapat..
Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.
Perubahan yang fenomenal ini telah membawa sebuah revolusi dalam komunikasi. Dengan perubahan ini, keterbukaan informasi dapat memberikan dampak yang baik bagi bangsa dan negara. Melalui sistem komunikasi yang baik, pemerintah dan rakyatnya akan terhubung satu dengan yang lainnya dalam rangka saling memberikan masukan.
Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indeks bias lebih rendah dari pada core. Nantinya, bagian core ini akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi. Sebagai catatan, efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.
Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER atau Bit Error Rate. Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.
(Sumpah Palapa - Patih Gajah Mada)
Setelah Nusantara 21 tenggelam, muncul ide Cincin Serat Optik Nasional (CSO-N) yang diprakarsai oleh PT Tiara Titian Telekomunikasi (TT-Tel). Aplikasi tersebut merupakan jaringan kabel kasar bawah laut berbentuk cincin terintegrasi berisi frekuensi pita lebar yang membentang dari Sumatera Utara hingga Papua bagian barat dengan perkiraan panjang sekitar 25.000 km. Setiap cincin akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 gbps hingga 1.000 gbps di daerah tersebut.
Pemerintah kemudian memopulerkan gagasan tersebut dengan nama Palapa O2 Ring. Akan tetapi karena mirip dengan merek dagang salah satu ponsel, pemerintah mengubah nama proyek serat optik ini menjadi Palapa Ring.
Rencana pemerintah, Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut atau pun lewat daratan.
Berdasarkan tulisan Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi, Basuki Yusuf Iskandar, pada Desember 2007, “Perkembangan Teknologi Komunikasi”, manfaat Palapa Ring bagi pembangunan Indonesia adalah :
Setelah itu, tender Palapa Ring skala nasional dibuka kembali oleh pemerintah pada Oktober 2007 yang sebelumnya di dahului oleh penyelesaian dokumen tender pada September. Setelah penandatanganan kontrak dengan para pemenang tender pada November 2007, pembangunan dilakukan pada pertengahan 2008 dan diprediksikan selesai 2013.
Investasi pembangunan Palapa Ring sepenuhnya berasal dari operator telekomunikasi anggota konsorsium, tidak ada dana yang berasal dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN). Dalam proyek pembangunan Palapa Ring tersebut porsi investasi Telkom sebesar 40%, sedangkan anggota konsorsium lainnya sebesar 13,3%, kecuali satu anggota konsorsium sekitar 6,4%. Dengan penyertaan dana 40%, Telkom mendapatkan kuota kapasitas terbesar yakni setara 40 Gbps dari total kapasitas Palapa Ring sekitar 85 Gbps.
Emang bagus nya apa to Fiber Optic itu??maka dijadikan buat palapa ring project
Sekarang masalah telekomunikasi di Indonesia (yah.. berharap aja) sampai pelosok tanah air kita ini bukan lagi hambatan, baik sinyal buruk atau internet lemot... yah.. yah..yah.. semoga benar-benar terwujud..aminnnn......karena palapa ring project ini katanya sebagai solusi mengatasi semua ini dengan mewujudkan broadband..nah mudah2 an setelah ini semua selesai indonesia gak akan minder lagi dengan negara-negara lain di dunia ini dan bisa berdiri sama tegak dengan ASEAN dan negara seluruh dunia...karena udah gak lemot lagi...hehehe
wikipedia
http://iples.blogspot.com/2012/12/pembangunan-palapa-ring-project.html
misalnya indonesia yang terdiri dari berapa pulau ?13.000 lebih ya...coba aku cari di google
dapat ..ini dia
Tahun 1972, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memublikasikan sebanyak 6.127 nama pulau-pulau di Indonesia.[rujukan?] Pada tahun 1987 Pusat Survei dan Pemetaan ABRI (Pussurta ABRI) menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 17.508, di mana 5.707 di antaranya telah memiliki nama, termasuk 337 nama pulau di sungai.[rujukan?] Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), pada tahun 1992 menerbitkan Gazetteer Nama-nama Pulau dan Kepulauan Indonesia yang mencatat sebanyak 6.489 pulau bernama, termasuk 374 nama pulau di sungai.[rujukan?] Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Pada tahun 2002 berdasarkan hasil kajian citra satelit menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 18.306 buah.[rujukan?]
Data Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan dari para gubernur dan bupati/wali kota, pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7.870 pulau yang bernama, sedangkan 9.634 pulau tak bernama[rujukan?]
Dari sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia, yang berpenghuni hanya sekitar 6.000 pulau. Di bawah ini disajikan pulau-pulau utama Indonesia:
Jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504 buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama, sedangkan 9.634 belum memiliki nama.
| Rekapitulasi jumlah pulau di Indonesia tahun 2004 | ||||
| No. | Provinsi | Jumlah pulau | Jumlah | |
| Bernama | Belum bernama | |||
| 1. | Nanggroe Aceh Darussalam | 205 | 458 | 663 |
| 2. | Sumatera Utara | 237 | 182 | 419 |
| 3. | Sumatera Barat | 200 | 191 | 391 |
| 4. | Riau | 73 | 66 | 139 |
| 5. | Jambi | 16 | 3 | 19 |
| 6. | Sumatera Selatan | 43 | 10 | 53 |
| 7. | Bengkulu | 23 | 24 | 47 |
| 8. | Lampung | 86 | 102 | 188 |
| 9. | Kepulauan Bangka Belitung | 311 | 639 | 950 |
| 10. | Kepulauan Riau | 1.350 | 1.058 | 2.408 |
| 11. | DKI Jakarta | 111 | 107 | 218 |
| 12. | Jawa Barat | 19 | 112 | 131 |
| 13. | Jawa Tengah | 47 | 249 | 296 |
| 14. | DI Yogyakarta | 22 | 1 | 23 |
| 15. | Jawa Timur | 232 | 55 | 287 |
| 16. | Banten | 48 | 83 | 131 |
| 17. | Bali | 25 | 60 | 85 |
| 18. | Nusa Tenggara Barat | 461 | 403 | 864 |
| 19. | Nusa Tenggara Timur | 473 | 719 | 1.192 |
| 20. | Kalimantan Barat | 246 | 93 | 339 |
| 21. | Kalimantan Tengah | 27 | 5 | 32 |
| 22. | Kalimantan Selatan | 164 | 156 | 320 |
| 23. | Kalimantan Timur | 232 | 138 | 370 |
| 24. | Sulawesi Utara | 310 | 358 | 668 |
| 25. | Sulawesi Tengah | 139 | 611 | 750 |
| 26. | Sulawesi Selatan | 190 | 105 | 295 |
| 27. | Sulawesi Tenggara | 361 | 290 | 651 |
| 28. | Gorontalo | 96 | 40 | 136 |
| 29. | Maluku | 741 | 681 | 1.422 |
| 30. | Maluku Utara | 125 | 1.349 | 1.474 |
| 31. | Papua | 301 | 297 | 598 |
| 32. | Irian Jaya Barat | 956 | 989 | 1.945 |
| Total | 7.870 | 9.634 | 17.504 | |
apa gampang menyambungkan 18.000 pulau ?hehehe mendingan nyambungin satu benua daripada banyak pulau ..akibatnya maka telekomunikasi tidak bisa menjangkau semua pulau..walau mungkin banyak juga pulau yang belum berpenghuni ya..katanya pulau yang berpenghuni 6000 ya...pulau besar utama ya cuma pulau sumatera, kalimantan, jawa, bali , papua/irian, ya sulawesi, maluku juga kali yee....tapi irian jg sebagian bukan kita dan kalimantan jg ada yang bukan bagian kita..
nah untuk menyatukan seluruh pulau di indonesia supaya bisa berhubungan telekomunikasi , pemerintah mencanangkan palapa ring project katanya sih untuk mengurangi kesenjangan secara sekarang ini emang kita jaringan telekomunikasi nggak merata....nih datanya aku dapat..
Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.
Daftar isi |
Latar belakang
Sistem komunikasi di era digital ini, menuntut adanya efisiensi dalam pengiriman informasi dari narasumber kepada penerima. Efisiensi itu berupa kecepatan waktu dalam pengiriman pesan. Perkembangan komunikasi yang menuntut adanya efisiensi waktu ini, kemudian mendorong para ahli untuk menemukan teknologi-teknologi perantara baru yang dapat memfasilitasi keinginan-keinginan tersebut. Kabel menjadi salah satu benda yang disorot. Pengembangan tembaga menjadi serat optik menjadi salah satu temuan mutakhir yang meningkatkan efisiensi waktu dalam sistem komunikasi. Dengan serat optik, narasumber dapat mengirimkan informasi dengan kapasitas yang besar baik itu besaran data maupun kecepatan.Perubahan yang fenomenal ini telah membawa sebuah revolusi dalam komunikasi. Dengan perubahan ini, keterbukaan informasi dapat memberikan dampak yang baik bagi bangsa dan negara. Melalui sistem komunikasi yang baik, pemerintah dan rakyatnya akan terhubung satu dengan yang lainnya dalam rangka saling memberikan masukan.
Serat Optik
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi. Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indeks bias lebih rendah dari pada core. Nantinya, bagian core ini akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi. Sebagai catatan, efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.
Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER atau Bit Error Rate. Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.
Palapa Ring
“Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Pulau Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa."(Sumpah Palapa - Patih Gajah Mada)
Sejarah
Terinspirasi oleh sejarah bangsa, pemerintah Indonesia menggunakan “Palapa Ring” sebagai nama proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung bagi telekomunikasi nasional. Cikal bakal dari Palapa Ring adalah ”Nusantara 21” yang merupakan proyek awal pemerintah pada 1998. Namun, krisis ekonomi yang melanda Indonesia membuat proyek tersebut tidak berjalan. Januari 2005, pada ajang Infrastructure Summit I, wacana pembangunan infrastruktur telekomunikasi kembali mencuat ke permukaan.Setelah Nusantara 21 tenggelam, muncul ide Cincin Serat Optik Nasional (CSO-N) yang diprakarsai oleh PT Tiara Titian Telekomunikasi (TT-Tel). Aplikasi tersebut merupakan jaringan kabel kasar bawah laut berbentuk cincin terintegrasi berisi frekuensi pita lebar yang membentang dari Sumatera Utara hingga Papua bagian barat dengan perkiraan panjang sekitar 25.000 km. Setiap cincin akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 gbps hingga 1.000 gbps di daerah tersebut.
Pemerintah kemudian memopulerkan gagasan tersebut dengan nama Palapa O2 Ring. Akan tetapi karena mirip dengan merek dagang salah satu ponsel, pemerintah mengubah nama proyek serat optik ini menjadi Palapa Ring.
Deskripsi
Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, sedangkan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.Rencana pemerintah, Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut atau pun lewat daratan.
Berdasarkan tulisan Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi, Basuki Yusuf Iskandar, pada Desember 2007, “Perkembangan Teknologi Komunikasi”, manfaat Palapa Ring bagi pembangunan Indonesia adalah :
- ketersediaan layanan komunikasi dari voice hingga broadband sampai seluruh kota/kabupaten
- akan terjadi efisiensi investasi yang akan mendorong tarif telekomunikasi semakin murah
- terjadi percepatan pembangunan dalam sektor komunikasi khususnya di Indonesia Bagian Timur, dan akan mendorong bertumbuhnya varian penyelenggara jasa telekomunikasi dan jasanya.
- keberadaan aplikasi seperti distance learning, telemedicine, e-government, dan aplikasi lainnya, dapat diimplementasikan hingga mencapai kota/kabupaten.
Pembangunan Palapa Ring
Sebelumnya, proyek Palapa Ring dimulai dengan penandatangan hasil konsorsium untuk pembangunan jaringan serat optik di Kawasan Indonesia Timur (KIT) pada Jumat 5 Juli 2007 oleh tujuh operator telekomunikasi. Perusahaan operator telekomunikasi yang terlibat itu PT. Bakrie Telecom Tbk, PT. Excelcomindo Pratama Tbk, PT. Indosat Tbk, PT. Infokom Elektrindo, PT. Macca System Infocom, PT. Powertek Utama Internusa, dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Pembangunan serat optik di KIT adalah sepanjang 10.000 kilometer yang dimulai pada 2008 dan memakan biaya Rp 4 triliun.Setelah itu, tender Palapa Ring skala nasional dibuka kembali oleh pemerintah pada Oktober 2007 yang sebelumnya di dahului oleh penyelesaian dokumen tender pada September. Setelah penandatanganan kontrak dengan para pemenang tender pada November 2007, pembangunan dilakukan pada pertengahan 2008 dan diprediksikan selesai 2013.
Investasi pembangunan Palapa Ring sepenuhnya berasal dari operator telekomunikasi anggota konsorsium, tidak ada dana yang berasal dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN). Dalam proyek pembangunan Palapa Ring tersebut porsi investasi Telkom sebesar 40%, sedangkan anggota konsorsium lainnya sebesar 13,3%, kecuali satu anggota konsorsium sekitar 6,4%. Dengan penyertaan dana 40%, Telkom mendapatkan kuota kapasitas terbesar yakni setara 40 Gbps dari total kapasitas Palapa Ring sekitar 85 Gbps.
Emang bagus nya apa to Fiber Optic itu??maka dijadikan buat palapa ring project
- Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
- Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
- Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
- Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
- Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api
- Tidak berkarat
Nah.. sekarang perusahaan jaringan besar semacam AT&T, GTE, MCI pada tahun 1970an sudah mulai merintis serat optic dalam jaringan mereka sampai sekarang..
Sekarang masalah telekomunikasi di Indonesia (yah.. berharap aja) sampai pelosok tanah air kita ini bukan lagi hambatan, baik sinyal buruk atau internet lemot... yah.. yah..yah.. semoga benar-benar terwujud..aminnnn......karena palapa ring project ini katanya sebagai solusi mengatasi semua ini dengan mewujudkan broadband..nah mudah2 an setelah ini semua selesai indonesia gak akan minder lagi dengan negara-negara lain di dunia ini dan bisa berdiri sama tegak dengan ASEAN dan negara seluruh dunia...karena udah gak lemot lagi...hehehe
- Palapa Ring Project
Diantara lain
yg signifikan, diantaranya pembangunan Palapa Ring dengan total
backbone yang sudah eksisting terbangun 42.740 km pada lima Kepulauan
Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Sulawesi. Ini
saya menggolongkannya sebagai super spektakuler, dan ini bukan masang
kabel tembaga. tapi serat optik berteknologi tinggi. Berapa nilai proyek
sepanjang itu? Plus didampingi kenaikan ranking integritas KPK dari 36
menjadi 8? berikut ini dampak positif dari proyek ini.
=
Dengan jaringan internet yg bisa masuk kepedesaan, petani bisa memiliki
bergaining posision yg baik dalam penetapan harga dengan tengkulak.
karena petani tau informasi harga pembelian konsumen langsung. dampaknya
petani bisa di buat kaya di kampungnya sendiri. arus urbanisasi
berkurang, perputaran uang bukan hanya dominan di kota kota besar. org
desa akan berpikir : Buat apa cari uang ke kota, kalau di desa pun sudah
ada.
= Sangat banyak pendidikan / pembinaan yg secara tidak
langsung (online) didapat penduduk desa. kita perna mendengar seseorang
yg masuk agama tertentu hingga dapat beribadah dgn baik karena fasilitas
internet saja.
= Kemudahan mengetahui peluang kerja yang sedemikian luasnya, hingga seluruh dunia.
=
Peluang Bisnis Yang luas, Kita rasakan bagaimana saat ini dgn
bermodalkan facebook org sdh bisa menambah penghasilan. orgr di desapun
bisa lakukan ini dgn fasilitas kemudah dari proyek ini. terlebih lagi
memangkas rantai makelar, shg harga semakin bersaing dan bergaining
produsen menjadi lebih baik.
Beberapa Pihak
menilai bahwa pencapaian mega proyek spektakuler itu adalah proyek
menkominfo sebelum Tifatu.l Hal ini perlu didudukan, bahwasannya benar
proyek megabackbone itu sudah dilakukan sebelum era mentri menkominfo
TAPI dengan pendanaan swasta yaitu para vendor telekomunikasi. Kemudian
TERSENDAT, berbagai vendor mundur. adapun langkah berani tifatul
sembiring itu adalah ikut mendanai proyek tersendat itu dgn menggunakan
dana/anggaran di depkominfo. Hal ini TIDAK terjadi sebelum era mentri
tifatul sembiring.
sumber :
jakarta - Telkom kembali melanjutkan pembangunan
infrastruktur Palapa Ring tahap kedua yang sempat tertunda. Program
pembangunanserat optik sepanjang 4.000 kilo meter ini akan menghabiskan
dana sekitar Rp 2,4 triliun.
Pembangunan Palapa Ring untuk rute Manado, Ternate, Halmahera, Ambon, Fak-fak, Timika, hingga Sorong ini akan digelar setelah Telkom mendapatkan pemenang tender pengadaan serat optiknya di paruh pertama 2013 nanti.
"Kami akan menggelar tender Palapa Ring tahap kedua ini di Q1 atau Q2 2013 nanti. Iniuntuk mendukung program Indonesia Digital Network (IDN)," ungkap Direktur Utama Telkom Arief Yahya yang baru saja menyabet penghargaan CEO BUMN Terbaik 2012 baru-baru ini, di Jakarta.
Telkom akan menggeber program IDN karena saat ini serat optik yang terbentang baru sepanjang 23.713 kilo meter atau 69% secara nasional. "Kita harapkan pada 2015, secara nasional serat optik bisa terbentangkan," kata Arief.
Dalam program IDN tersebut akan dikembangkan ID-Access (High Speed Optical Access Network), ID-Ring (IP and Optical Backbone Network), dan ID-Con (Convergence Service Platform).
Saat ini kapasitas serat optik milik Telkom memiliki kemampuan untuk melayani empat juta pelanggan. Sementara pelanggan yang menggunakan baru sebanyak dua juta.
Diharapkan dengan adanya peningkatan pengembangan serat optik, maka kapasitas bisa naik menjadi enam hingga delapan juta sedangkan pelanggan yang dilayani empat juta pengguna.
Lebih lanjut tentang program Palapa Ring tahap kedua, sudah ada tiga perusahaan global yang lolos prakualifikasi. Ketiga perusahaan itu adalah NEC, Fujitsu, dan ASN.
Pembangunan serat optik ini akan melanjutkan rute Mataram-Kupang sepanjang 1.041 kilo meter yang sudah dibangun dalam program Palapa Ring tahap pertama dan menelan biaya sekitar Rp 600 miliar.
Sebelumnya, tender PalapaRing tahap kedua ini direncanakan sudah selesai digelar pada Juli 2012 lalu. Namun, karena belum jelas penawaran skema vendor financing yang ditawarkan oleh peserta lelang, lelang ini akhirnya kembali tertunda dan baru tahun depan dimulai lagi.
refernsi:Pembangunan Palapa Ring untuk rute Manado, Ternate, Halmahera, Ambon, Fak-fak, Timika, hingga Sorong ini akan digelar setelah Telkom mendapatkan pemenang tender pengadaan serat optiknya di paruh pertama 2013 nanti.
"Kami akan menggelar tender Palapa Ring tahap kedua ini di Q1 atau Q2 2013 nanti. Iniuntuk mendukung program Indonesia Digital Network (IDN)," ungkap Direktur Utama Telkom Arief Yahya yang baru saja menyabet penghargaan CEO BUMN Terbaik 2012 baru-baru ini, di Jakarta.
Telkom akan menggeber program IDN karena saat ini serat optik yang terbentang baru sepanjang 23.713 kilo meter atau 69% secara nasional. "Kita harapkan pada 2015, secara nasional serat optik bisa terbentangkan," kata Arief.
Dalam program IDN tersebut akan dikembangkan ID-Access (High Speed Optical Access Network), ID-Ring (IP and Optical Backbone Network), dan ID-Con (Convergence Service Platform).
Saat ini kapasitas serat optik milik Telkom memiliki kemampuan untuk melayani empat juta pelanggan. Sementara pelanggan yang menggunakan baru sebanyak dua juta.
Diharapkan dengan adanya peningkatan pengembangan serat optik, maka kapasitas bisa naik menjadi enam hingga delapan juta sedangkan pelanggan yang dilayani empat juta pengguna.
Lebih lanjut tentang program Palapa Ring tahap kedua, sudah ada tiga perusahaan global yang lolos prakualifikasi. Ketiga perusahaan itu adalah NEC, Fujitsu, dan ASN.
Pembangunan serat optik ini akan melanjutkan rute Mataram-Kupang sepanjang 1.041 kilo meter yang sudah dibangun dalam program Palapa Ring tahap pertama dan menelan biaya sekitar Rp 600 miliar.
Sebelumnya, tender PalapaRing tahap kedua ini direncanakan sudah selesai digelar pada Juli 2012 lalu. Namun, karena belum jelas penawaran skema vendor financing yang ditawarkan oleh peserta lelang, lelang ini akhirnya kembali tertunda dan baru tahun depan dimulai lagi.
wikipedia
http://iples.blogspot.com/2012/12/pembangunan-palapa-ring-project.html
Rabu, 01 Mei 2013
2012 Teknologi Indonesia unggul dibanding negara ASEAN
Mendengar judul diatas, pasti kita kaget dan berdecak kagum.Iya lah, dibalik sedihhnya melihat pempimpin Indonesia yang banyak merugikan negara, tapi dengan mendengar hal ini, ada kebanggaan tersendiri menjadi Warga negara Indonesia.
Nah, IDC sudah memprediksi kalau pertumbuhan ICT (Information and Communication Technology) di Indonesia akan cerah di 2012 ini.
Belibu akan menyebutkan beberapa pertumbuhan cerah di 2012 ini, baca ya :D
1. ICT di Indonesia akan tumbuh dan stabil dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Anggaran belanja IT di Indonesia menurut IDC diperkirakan mencapai 12,9 milyar Dollar Amerika di akhir 2012. Pertumbuhan ini mencapai 18 persen (YoY: Year on Year). Melihat angka tersebut dipastikan Indonesia akan lebih unggul dibandingkan negara ASEAN lain.
2. Meningkatnya pengeluaran di bidang telekomunikasi.
Bidang telekomunikasi akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan jangkauan jaringan telekomunikasi di berbagai daerah di Indonesia. IDC memperkirakan pada akhir 2011 lalu, sejumlah 43 juta perangkat ponsel dikapalkan dan dikirim ke Indonesia.
Hal ini secara agresif menggerakkan jasa telekomunikasi suara dan data di Indonesia.
3. Tahun 2012 akan terjadi ledakan Mobile Broadband
Hal ini sih kayaknya udah bisa ketebak ya belibuers, di awal 2011 kemarin, blackberry dan Smartphone dengan harga terjangkau di bawah 100 Dollar Amerika atau tidak sampai 1 juta rupiah dan modem USB yang semakin murah sekitar 250 ribu rupiah, mendorong terjadinya ledakan di sisi Mobile Broadband. Kebutuhan untuk mengakses social media, konten-konten lokal dan konektivitas membuat juga tumbuhnya peningkatan kebutuhan akan peranti smartphone dan modem USB.
4. Titik transisi dari feature phone ke smartphone
Pengguna layar hitam putih(monochrome) mungkin akan beralih ke ponsel yang lebih bagus. IDC melihat adanya transisi perihal perubahan tren baik global dan regional soal peranti lebih pintar, munculnya smartphone terjangkau terutama merek-merek lokal di Indonesia. Transisi ini menangkap perhatian para pengguna feature phone untuk beralih ke smartphone atau setidaknya smarter devices.
6. Social media mengalami kenaikan secara menonjol sebagai alat pemasaran.
Like this yoo..mungkin kalimat itu sudah tidak asing untuk telinga orang Indonesia.Jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2015 diprediksi akan mencapai angka 95 juta orang. Selain itu Facebook dan Twitter di Indonesia memiliki angka pengguna yang signifikan. Hal ini memberikan kesempatan emas bagi para pemasar untuk meraih target mereka melalui social media.
7. IPTV akan raih segmen residensial dan bisnis
PT Telkom di pertengahan 2011 meluncurkan layanan IPTV di Indonesia. Ragam fitur dan kemampuan IPTV yang memberikan kendali lebih banyak pada pengguna saat menonton televisi membuat IPTV, menurut IDC, akan meraih peningkatan dua kali lipat pengguna di 2012.
8. Perubahan pada pasar peripheral.Vendor MFP (multi-function printer)
menurut IDC, akan meraih peningkatan pendapatan pada 2012 seiring dengan serapan oleh bisnis UKM yang lebih fokus pada kebutuhan efektifitas pengeluaran jangka panjang daripada reduksi pengeluaran jangka pendek. IDC memperkirakan hard copy peripheral (HCP) akan terus tumbuh sejalan dengan berita positif di bidang ekonomi yang memberikan kesempatan UKM dan perusahaan-perusahaan berbelanja hardware.
9. Era Tablet PC
Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan pasar Tablet PC terbesar di ASEAN. Perubahan tren akibat gaya hidup, social media, dan kebutuhan konektivitas membuat Tablet PC menyingkirkan netbook yang 3 tahun lalu sempat menjadi tren.
Sekarang saatnya menuju masa depan masyarakat informasi yang maju.Banyak pemerintah di berbagai negara dengan perkembangan era informasi dan komunikasi yang terjadi saat ini, berpikir kembali strategi mereka dalam rangka melangkah maju. Pemerintah
Indonesia menyadari hal ini dan telah menempatkan strategi tangguh agar mencapai pertumbuhan di masa depan. Selama 3 tahun yang lalu, pemerintah telah menempatkan ICT sebagai pokok pada agenda rencana perubahan, dan telah mengalokasikan ICT sebagai kunci sebagai sarana untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka kemiskinan.
Nah,meskipun kita terkesan boros, tapi inilah kemajuan bangsa kita.
Yuk,kita majukan negeri ini mulai dari diri kita sendiri :D
http://www.belibu.com/2012-teknologi-indonesia-unggul-dibanding-negara-asean-rubrik-1801
Di Barcelona, Menkominfo Paparkan Prestasi ICT Indonesia
MWC 2013
Di Barcelona, Menkominfo Paparkan Prestasi ICT Indonesia
Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 28/02/2013 11:35 WIB
Dalam event yang masih menjadi bagian Mobile World Congress 2013 Barcelona tersebut, bertindak selaku moderator adalah Rohan Samarajiva (Chair & CEO LIRNEasia). Adapun para narasumber lain adalah Supun Weerasinghe (Chief Strategy Officer, Regulatory & Business Transformation Officer, Axiata Group) dan John Stefanac (President South East Asia & Pacific Qualcomm).
Menurut Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, ada sejumlah hal pokok yang menjadi concern dan bahasan dalam seminar tersebut.
"Seperti jenis layanan apa yang mendorong percepatan pembangunan socio ekonomi di kawasan tersebut? Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung secara penuh terhadap model-model bisnis baru yang perlu dikembangkan? Serta indikator apa yang oleh para pengambil kebijakan dari lintas kementerian dapat tunjukkan bagi implementasi untuk mendorong percepatan pembangunan nasioal masing-masing?" jelas Gatot, yang turut serta menemani Menkominfo di MWC 2013.
Sejumlah isu strategis tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Sebagai informasi, ini adalah untuk yang ketiga kalinya Menkominfo Tifatul Sembiring diundang sebagai pembicara di event yang bergengsi ini, setelah sebelumnya di tahun 2010 dan 2012.
"Dalam paparannya selama 15 menit, Menkominfo mengatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu bagian dari kawasan Asia yang sedang samgat booming ekonominya ini terimbas secara positif bagi percepatan pertumbuhan ekonominya," kata Gatot, coba memaparkan presentasi Menkominfo.
Itulah sebabnya, mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia di antaranya yang paling utama ditopang oleh sektor komunikasi dan transportasi sebagai yang paling tinggi pertumbuhannya (lebih dari 10%) dibanding sektor-sektor lainnya, bahkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran lebih dari 6%.
"Maka wajar jika pemerintah -- dalam hal ini Kementerian Kominfo -- dengan berbagai instansi terkait sangat serius untuk tidak hanya memanfaatkan momentum strategis tersebut, juga mendorong para pemamgku kepentingan untuk lebih intens dalam mendorong konektivitas," lanjutnya.
Selain itu, di panggung MWC ini, Tifatul pun dengan bangga memaparkan sejumlah prestasi pengembangan telekomunikasi di Indonesia -- baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun berbagai pihak terkait.
Meskipun sebelumnya harus menghadapi kendala yang tidak kecil dibandingkan negara-negara lain. Mulai dari faktor geografis hingga keterbatasan anggaran.
Tetapi, lanjut Tifatul, itu tidak menjadi halangan karena segala daya upaya telah dilakukannya dengan ekstra keras mulai dari percepatan penuntasan penggelaran Palapa Ring, percepatan pembangunan akses telekomunikasi di seluruh penjuru Indonesia, pengembangan road map broadband nasional Indonesia, dukungan pada sektor infrastruktur dan konten ICT melalui ICT Pura dan Indonesia ICT Award rutin setiap tahun dan lain sebagainya.
"Belum lagi kaitannya dengan percepatan digitalisasi televisi," lanjut Tifatul, seperti disampaikan Gatot.
Singkat cerita, Menkominfo ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak ingin menyia-nyiakan momentum pertumbuhan ekonomi untuk mengejar ketertinggalan pengembangan ICT di Indonesia, yang mungkin bisa diambil pengalamannya oleh negara-negara sedang berkembang lainnya.
"Bahkan karena dianggap cukup fenomenal, moderator sempat meminta Menkominfo berbagi kisah sukses dalam pengembangan 3G yang notabene belum sepenuhnya dilakukan oleh beberapa negara di sekitarnya. Apalagi batu tiga hari lalu pengumuman hasil seleksi 3G itu diumumkan secara terbuka dan transparan," Gatot menandaskan.
Udah sampai mana
kalau ditanya udah sampai di mana ICT master p lan indonesia harus tanya sama yang ahli ...misalnya richardus eko indrajit, dosen aku iwan krisnadi , dan siapa lagi ya...pokoknya yang mengerti tentang ict master plan ..disitu aku pengen tanya pendapat mereka harus gimana ..jadi pastinya kualitatif ya dari ahlinya..
pokoknya kita harus tau tentang SWOTnya dulu dan tau untuk apa kita bikin ICT master plan ...
kemaren baru baca2 buku tentang key management...
pokoknya kita harus tau tentang SWOTnya dulu dan tau untuk apa kita bikin ICT master plan ...
kemaren baru baca2 buku tentang key management...
Langganan:
Postingan (Atom)