Kamis, 07 Maret 2013

VISI MISI BISNIS


ada kalanya kita harus menyusun visi misi bisnis...tapi bingung dari mana memulainya..mudah2 an bahan yang didapat dari manajementelekom.org ini bisa membantu 


JUMAT, 22 FEBRUARI 2013

02. VISI dan MISI Bisnis



Seri Konsep Manajemen Strategis
oleh: Fajardhani

Pernyataan visi dan misi disusun dengan upaya yang besar dan bukan tanpa tujuan. Tetapi semangat pada sebagian visi dan misi yang hebat tersebut ditengarai tidak bisa diwujudkan.

Pernyataan visi dan misi dapat ditemukan dalam laporan keuangan atau website badan-badan usaha atau lembaga pemerintahan. Bagian kedua ini berfokus pada konsep dan perangkat yang diperlukan untuk melakukan evaluasi dan penulisan visi dan misi. Pemahaman yang sama tentang visi dan misi merupakan hal penting bagi seluruh personil di dalam sebuah organisasi.

Pertanyataan visi berbeda dengan misi. Jika pernyataan misi menjawab pertanyaan “Apakah bisnis kita?” maka pernyataan visi mencoba menjawab pertanyaan “Ingin menjadi seperti apakah kita?”.

Tidak jarang pernyataan visi dan misi dibentuk saat sebuah organisasi sedang menghadapi masalah. Namun, menurut Drucker waktu yang tepat adalah saat institusi sedang menikmati keberhasilan.

Pernyataan misi biasanya memiliki karakteristik tertentu berupa deklarasi sikap, orientasi konsumen, deklarasi kebijakan sosial dan kemungkinan bisa berkembang sesuai perkembangan.

Komponen-komponen pernyataan misi terdiri dari:
  1. Konsumen
  2. Produk atau jasa
  3. Pasar
  4. Teknologi
  5. Fokus pada kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan profitabilitas
  6. Filosofi
  7. Konsep diri
  8. Fokus pada citra publik
  9. Fokus pada karyawan
Dan, beberapa karakteristik pernyataan misi yang dipelajari:
  1. Luas dalam cakupan
  2. Panjang kalimatnya tidak lebih dari 250 kata
  3. Menginspirasi
  4. Mengidentifikasi kegunaan produk perusahaan
  5. Menunjukkan bahwa perusahaan bertanggungjawab secara sosial
  6. Menunjukkan bahwa perusahaan bertanggungjawab secara lingkungan
  7. Memasukkan sembilan komponen misi yang disebutkan sebelumnya
  8. Tak lekang oleh waktu.
Barangkali kita perlu memikirkan bagaimana kinerja dua atau lebih institusi yang harus melakukan kerjasama sementara visi dan misi mereka kurang sejalan satu dengan lainnya – khususnya kinerja jangka panjang.

Sumber:
David Fred R., Manajemen Strategis Konsep edisi12, Penerbit Salemba Empat, 2009.

16 KOMENTAR:

  1. Assalamu`alaykum wr.wb.

    Salah satu orientasi misi adalah konsumen, yang merupakan fondasi bisnis dalam mempertahankan eksistensi perusahaan. Selain itu, perusahaan juga seharusnya memiliki kekuatan untuk tidak mudah ditiru oleh pesaing (distinctive competencies). Jika kriteria visi-misi sebuah perusahaan tidak memenuhi 9 kriteria yang telah dipaparkan Pak Fajar, apakah perusahaan tersebut tidak baik?

    Jika persaingan "teh celup" dan "teh ekstrak" mendorong munculnya kategori teh-teh lainnya, seperti: teh ginseng, teh tarik, teh cammomile, chrysanteum, dan lain-lain).Bagaimana kita dapat menyatakan visi-misi agar tetap jitu dengan persaingan teh yang semakin marak (seandainya kita pemilik perusahaan Teh XYZ) ?

    Jika produk konsumen dan studio hiburan Disney mengalami penurunan, sedangkan taman/resort/jaringan media mengalami kenaikan, apakah Disney perlu mengkaji ulang misinya?

    "The mission of The Walt Disney Company is to be one of the world's leading producers and providers of entertainment and information. Using our portfolio of brands to differentiate our content, services and consumer products, we seek to develop the most creative, innovative and profitable entertainment experiences and related products in the world."
    (http://retailindustry.about.com/od/retailbestpractices/ig/Company-Mission-Statements/Walt-Disney-Mission-Statement.htm)

    Perjalanan bisnis tentu saja tidak lepas dari intuisi, imajinasi, dan analisis, tentunya hal-hal tersebut merupakan perjalanan panjang suatu bisnis.

    Persaingan didalamnya pun menyisakan "wisdom" bagi pebisnis ulung,berupa:
    - Jika bodoh, kita akan defensif. Jika bijak, kita ingin menguasai diri sendiri.
    - Kita bisa terombang-ambing karena tren pasar, tetapi juga harus maju ketika pesaing-pesaing kita mengambil langkah yang kurang tepat.
    - Ketika bijak, kita tidak semestinya menyangkal realita.
    - Tidak memenuhi selera dengan produk-produk yang dibutuhkan kemarin. Mari berinovasi.

    Robert W.Fogel--peraih nobel ekonomi USA--mengatakan bahwa kekayaan per kapita Cina tidak sebanyak USA, tetapi Cina memiliki share PDB global 40%.
    Usaha Cina terus menerus menguasai dunia pun belum berhenti. Perlu juga kita ambil contoh dari negara-negara unggul, untuk sebuah pemodelan Manajemen Strategis yang Komprehensif, agar nantinya kita dapat mengukur dan mengevaluasi kinerja suatu perusahaan.

    Visi-Misi merupakan kajian penting, sebuah dokumen yang semestinya kita "hidupkan", karena merupakan awal sebelum kita menentukan RJP dan memilih/menjalankan strategi.

    Terima kasih banyak. Sekian.

    Wassalamu`alaykum wr.wb.

    RENNI EKAPUTRI (Teknik Elektro-MANTEL)
    Balas
    Balasan
    1. Salam Manajemen Strategis,

      Sedikit bertukar pendapat dari pembahasan teh Renni, boleh ya….

      Teh Renni mempertanyakan, Jika kriteria visi-misi sebuah perusahaan tidak memenuhi 9 kriteria yang telah dipaparkan Pak Fajar, apakah perusahaan tersebut tidak baik?

      Kalau menurut saya memang tidak semua misi dari perusahaan-perusahaan yang ada memiliki kesembilan karakteristik atau komponen penting ini. Terkadang hanya satu, dua, atau tiga komponen saja yang terpenuhi dalam pernyataan misi sebuah perusahaan tersebut. Oleh karena itu menurut saya diperlukan tahap evaluasi pernyataan misi yang biasanya dilakukan oleh seorang manajer strategis dengan menyusun Mission Statement Evaluation Matrix. Sehingga kita nantinya dapat mengetahui apakah perusahaan tersebut baik atau tidak.

      Tetapi ada baiknya suatu perusahaan memahami bahwa semakian banyak komponen pernyataan misi yang terpenuhi maka semakin baik pula penyusunan misi dari perusahaan tersebut. 
    2. Terima kasih banyak Mas Harun atas penjelasannya dan jawabannya,

      Dalam hal 99 (Fred David) tertulis situs : www.csuchico.edu/mgmt/strategy/module1/s1d015.htm
      Yang berisi pernyataan visi misi yang layak kita kaji.

      Dari kriteria Peter Drucker, yang telah dipaparkan Pak Fajar, maka dihal.105, dikatakan misi Dell (kurang 1 komponen), misi L'Oreal (kurang 6 komponen). Apakah jaminan L'Oreal << (dibawah) Dell ?

      Drucker juga mengatakan pengembangan visi misi merupakan tanggung jawab "pertama" pernyusun strategi.

      Mungkin tahapan selanjutnya tergantung pada RJP, juga pemilihan strategi, serta implementasi dari strategi itu sendiri, juga evaluasi kinerja. Yang tentunya tidak lepas dari audit internal/eksternal.

      Setuju dengan Mas Harun, bahwa perlu menyusung "mission statement evaluation matrix".

      Saya tidak tahu apakah yang Mas Harun maksud, sama/tidak dengan saya. Tapi terima kasih sudah diberitahu.

      Setahu saya ada beberapa matrix yang sering diajukan sebagai bahan penilaian, diantaranya :
      - Matrix evaluasi faktor eksternal
      - Competitive profile matrix (CPM)
      - Matrix SWOT
      - Matrix posisi strategis dan evaluasi tindakan (SPACE)
      - Matrix internal-eksternal
      - Matrix perencanaan strategis kuantitatif (QSPM)

      Mungkin matrix-matrix lainnya sesuai dengan kebijakan perusahaan masing-masing.

      Terima kasih banyak mas harun.

      Wassalamu`alaykum

      Renni Ekaputri (MANTEL)

    3. Menarik sekali pertanyaan apabila pernyataan misi perusahaan tidak mencakup 9 komponen pernyatan misi, apakah perusahaan tersebut tidak baik atau memiliki kinerja tidak lebih baik dari perusahaan yang memiliki lebih banyak komponen dalam pernyataan misinya. Masa berlaku Visi dan Misi organisasi tidak singkat karena berlaku per periode (10 sampai 20 tahun), dan tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) atau Rencana Jangka Panjang (RJP). Saya setuju dengan mas Harun bahwa ada tahapan evaluasi apakah pernyataan misi sudah cukup menjawab tujuan dari visi, tetapi mengingat bahwa masa berlaku yang tidak singkat, pada tahapan perumusanlah yang mestinya menjadi perhatian.

      Kembali menjadi pertanyaan seperti apakah misi bisnis yang baik atau efektif, kalau saya amati misi dari perusahaan atau institusi jarang yang memenuhi 9 komponen pernyataan misi bahkan UI pun tidak memasukan semua komponen ke dalam pernyataan misinya :), kalau boleh mengambil contoh pernyataan misi dari PT. Telkom :
      1. To Provide Telecommunication, Information, Media, Edutainment (TIME) Services (2,4)with Excellent Quality & Competitive Price (7).
      2. To be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation (6).

      Catatan : Nomor-nomor dalam tanda kurung mengacu pada sembilan komponen yang disebutkan pada hal 102 (Fred David)
      Sumber : http://www.telkom.co.id/info-perusahaan/telkom/

      Kalau memang tidak semua komponen harus dimasukan ke dalam pernyataan misi, manakah komponen yang terpenting yang harus dimasukan ke dalam pernyataaan misi, dan adakah yang bisa memberikan detail metodenya.

      CMIIW

      Bloko Budi Rijadi
      1206180683
    4. Dear Mbak Renni, Mas Harun dan Mas Bloko,

      Menarik sekali diskusi mengenai pernyataan misi dan 9 komponennya ini apalagi ketika dibandingkan antara teori dan best practice-nya di lapangan. Menurut saya pribadi tidak ada yang salah dari keduanya.

      Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, teori biasanya mengungkapkan hal yang paling ideal dan general dari suatu kondisi misalnya bahwa suatu pernyataan misi yang baik adalah terdiri dari 9 komponen seperti dikutip Pak Fajardhani dalam artike di blog ini. Namun secara best practice pernyataan misi lengkap dengan 9 komponennya tidak terlalu banyak ditemukan di lapangan bahkan di perusahaan besar sekalipun seperti dicontohkan dalam buku Fred D. dan juga Mas Bloko.

      Hal ini sepertinya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti bidang usaha/bisnis perusahaan tersebut dan apa prioritas perusahaan. Sebagai contoh misi dari Telkom yang dikutip oleh Mas Bloko, menurut saya komponen yang tercakup yaitu produk/jasa, pasar, teknologi, fokus pada kelangsungan hidup pertumbuhan dan profitabilitas,filosofi dan konsep diri namun tidak ada komponen fokus pada citra publik dan karyawan yang mungkin dianggap kurang prioritas bagi perusahaan milik pemerintah. Contoh lain misalnya perusahaan yang bergerak di bidang sosial mungkin tidak akan mencantumkan komponen konsumen, pasar, teknologi dan profitabilitas dalam misinya namun lebih kepada filosofi, konsep diri dan fokus pada citra publik sebagai prioritasnya.

      Terima kasih.
      Dewi Asri
      1206312220
  2. Nilai penting pernyataan visi dan misi menurut Rarick dan Vitton adalah mereka menemukan bahwa perusahaan dengan pernyataan visi formal memiliki pengembalian atas ekuitas pemegang saham dua kali lebih besar dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan tanpa pernyataan visi dan misi. Bart dan Baetz juga menemukan hubungan positif antara pernyataan misi dan kinerja operasional.

    Namun, beberapa kajian lain mendapati bahwa memiliki pernyataan misi tidak secara langsung berkontribusi secara positif terhadap kinerja finansial. Hal ini tergantung dari sampai sejauh mana manajer dan karyawan terlibat di dalam pengembangan pernyataan visi dan misi dapat membuat perbedaan dalam keberhasilan dan bisnis. Karena ketika karyawan dan manajer bersama-sama membentuk atau menyusun pernyataan visi dan misi untuk suatu perusahaan, dokumen yang dihasilkan bisa mencerminkan visi personal yang diamini secara penuh oleh manajer dan karyawan terkait masa depan mereka sendiri. Visi yang sama menciptakan kebersamaan kepentingan yang dapat mengangkat para pekerja keluar dari kemonotonan kerja sehari-hari serta menuntun mereka ke dunia baru yang ditandai oleh peluang dan tantangan.

    Dibalik semua itu penulisan visi dan misi harus dilakukan secara cermat dan hati-hati dalam mengembangkan sebuah pernyataan tertulis serta sebuah penulisan visi dan misi yang jelas harus terdengar masuk akal dan tidak terkesan mengada-ngada.
    Sumber : David Fred R., Manajemen Strategis Konsep edisi12, Penerbit Salemba Empat, 2009.
    Balas
  3. Saya ingin melengkapi point-point dari buku Manajemen Strategis Konsep edisi 12 dari yang sudah di paparkan oleh pak Fajar .
    berikut rangkuman dari seluruh point-point mengenganai perumusan strategis, Visi dan Misi Bisnis :
    A.INGIN MENJADI APAKAH KITA?
    1.Pernyataan Visi harus menjawab pertanyaan dasar diatas.
    2.Visi yang jelas menjadi dasar untuk membuat pernyataan misi yang komprehensif.
    3.Pernyataan Visi haruslah singkat, sebaiknya dalam satu kalimat dan dibuat berdasarkan masukan dari sebanyak mungkin manajer.
    4.Visi adalah dasar yang hendak dicapai oleh perusahaan dalam jangka panjang

    B.APAKAH BISNIS KITA?
    1.Pernyataan Misi adalah suatu deklarasi mengenai ‘alasan keberadaan’ suatu organisasi.
    2.Pernyataan Misi yang jelas sangat membantu dalam menetapkan tujuan-tujuan dan merumuskan strategi secara efektif.
    3.Misi adalah dasar untuk membuat prioritas, strategi, rencana dan penugasan kerja
    4.Misi bisnis merupakan titik awal untuk merancang pekerjaan-pekerjaan manajerial

    C.PENTINGNYA VISI DAN MISI
    1.Memastikan adanya kesatuan tujuan dalam organisasi
    2.Menjadi dasar atau standar dalam mengalokasikan sumber daya organisasi
    3.Menciptakan nada atau iklim organisasi yang sama
    4.Sebagai acuan bagi setiap individu dalam memahami tujuan dan arah organisasi, dan untuk membatasi mereka yang tidak bisa memahami tujuan dan arah organisasi tersebut secara lebih jauh turut serta dalam kegiatan organisasi
    5.Memfasilitasi penerjemahan tujuan-tujuan organisasi ke struktur kerja termasuk penugasan kerja kepada bagian-bagian yang bertanggungjawab dalam organisasi
    6.Menjelaskan tujuan-tujuan organisasi dan menerjemahkan tujuan-tujuan tersebut menjadi beberapa sasaran kegiatan yang memiliki parameter biaya, waktu dan kinerja yang dapat dinilai dan diawasi

    D.KARAKTERISTIK PERNYATAAN MISI
    1.Pernyataan Misi merupakan pernyataan sikap dan pandangan
    2.Pernyataan Misi biasanya memiliki lingkup luas karena 2 alasan :
    a.Sebuah Pernyataan Misi yang baik biasanya memungkinkan dimunculkannya dan dipertimbangkannya sejumlah tujuan dan strategi alternatif yang mungkin dapat diambil tanpa terlalu menyumbat kreativitas manajemen
    b.Pernyataan Misi harus cukup luas agar bisa secara efektif menyatukan berbagai perbedaan diantara para stakeholder sekaligus menarik bagi mereka, yaitu setiap orang dan kelompok yang memiliki kepentingan atau hak terhadap perusahaan.
    3.Pernyataan Misi yang efektif tidak boleh terlalu panjang. Disarankan tidak lebih dari 200 kata
    4.Pernyataan Misi yang efektif juga dapat membangkitkan perasaan dan emosi yang positif terhadap organisasi
    5.Pernyataan Misi yang efektif harus dapat menimbulkan semangat (inspiring) dalam pengertian bahwa pernyataan tersebut memotivasi pembacanya untuk bertindak
    6.Pernyataan Misi yang efektif juga mencerminkan arah dan strategi pertumbuhan dimasa depan yang didasarkan atas analisis internal dan eksternal yang berpandangan kedepan.

    E.KOMPONEN PENTING PERNYATAAN MISI
    1.Pelanggan: siapakah pelanggan perusahaan?
    2.Produk atau jasa: apakah produk atau jasa utama perusahaan?
    3.Pasar: secara geografis dimanakah perusahaan bersaing?
    4.Teknologi: apakah perusahaan memiliki teknologi terkini?
    5.Perhatian terhadap keberlangsungan hidup, pertumbuhan dan keuntungan: apakah perusahaan berkomitmen terhadap pertumbuhan dan keuangan yang sehat?
    6.Filsafat: apakah keyakinan, nilai-nilai, cita-cita dan prioritas etis dasar perusahaan?
    7.Konsep Diri: apakah kompetensi perusahaan yang mencolok atau keunggulan kompetitif utamanya?
    8.Perhatian terhadap citra publik: apakah perusahaan tanggap terhadap persoalan-persoalan sosial, komunitas dan lingkungan?
    9.Perhatian terhadap karyawan: apakah karyawan merupakan aset berharga bagi perusahaan?

    Mari kita diskusi ..kita perbanyak khasanah keilmuan kita dengan sharing informasi.
    wasalam
    Balas
  4. Pernyataan tentang visi dan misi yang jelas harus sesuai dengan budaya dan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan pasar sehingga dapat menumbuhkan komitmen karyawan terhadap pekerjaan dan memupuk semangat kerja karyawan, menumbuhkan rasa keharmonisan di dalam kehidupan kerja karyawan, dan menumbuhkan standar kerja yang prima. Rumusan visi yang jelas akan mengantarkan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Namun, semua hal tersebut belum dapat berfungsi dengan baik, jika tidak diimbangi dengan strategi yang tepat dalam penerapannya. Dengan demikian, rumusan visi, misi dan tujuan perusahaan perlu ditetapkan dalam suatu strategi yang tertuang dalam kebijakan perusahaan.

    Regards,
    Putu Eka Suarjaya
    1206181673
    Balas
    Balasan
    1. Setuju dengan pandangan mas Eka
      Namun saya seddikit bingung dengan kalimat mas Eka yang mengatakan "Rumusan visi yang jelas akan mengantarkan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan". Di kalimat tersebut meas mengatakan rumusan visi untuk mencapai tujuan perusahaan. Bukankah visi adalah tujuan yang ingin dicapai ?Dan agar visi tersebut maka dibutuhkan penyusunan misi yang tepat.

      Selain hal di atas saya hanya ingin menambahkan sedikit pernyataan mas Eka. Bahwa selain penyusunan visi, misi dan strategi yang baik kita tetap membutuhkan tahap evaluasi seperti yang dijelaskan oleh teman-teman yang lain juga. Karena seperti yang dikatakan oleh Pak Fajar di kelas, bahwa lingkungan selalu berubah-ubah. Maka dari itu misi juga tetap dapat dievaluasi, dan bila dirasa misi yang ada tidak lagi dapat mencapai visi maka misi dapat berubah. Begitu juga strategi yang diterapkan, agar perusahaan tetap dapat memiliki visi, misi dan strategi yang baik dan sesuai dengan tuntutan jaman.

      Regards
      Berwanman Wendhy Gideon Munthe
      1206180645
  5. Visi dan misi merupakan prinsip utama perusahaan yang dijadikan sebagai pedoman karyawan dalam menjalankan tugasnya
    VISI adalah gambaran masa depan, impian, dan akan menjadi seperti apa perusahaan di masa depan.
    Sedangkan MISI adalah (Action) langkah-langkah apa yang akan dilakukan demi mencapai visi.
    Jika visi belum dapat tercapai, maka misi bisa diubah.
    Hal ini dilakukan agar tujuan atau visi tersebut menjadi jelas dan tidak berubah-ubah.

    Setiap saat kebutuhan dan pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan dapat berubah, hal ini harus diperhatikan oleh perusahaan sehingga perlu adanya evaluasi terhadap visi dan misi secara berkala.
    Seorang pimpinan harus dapat mengevaluasi visi dan misi yang telah dijalankan sebelumnya.
    Pengkajian ulang terhadap visi dan misi tidak terlepas dengan nilai yang terkandung dalam perusahaan tersebut.
    Dengan adanya nilai, maka budaya perusahaan untuk menjaga kestabilan hubungan kerja yang baik dan dinamis antara stakeholder dan pelanggan tetap terwujud.
    Kerjasama yang baik antara atasan, karyawan dan pelanggan menjadi kunci utama keberhasilan manajemen perusahaan.
    Balas
  6. Sekedar menambahkan saja, berikut saya dapatkan tulisan menarik hasil kajian Ernst & Young tahun 2012: "The top 10 business risks in telecommunications". Mungkin bisa jadi bahan pertimbangan isi visi dan misi sebuah perusahaan telekomunikasi.

    1. Failure to shift the business model from minutes to bytes
    2. Disengagement from the changing customer mindset
    3. Lack of confidence in return on investment
    4. Insufficient information to turn demand into value
    5. Lack of regulatory certainty on new market structures
    6. Failure to capitalize on new types of connectivity
    7. Poorly formulated M&A and partnership strategy
    8. Failure to define new business metrics
    9. Privacy, security and resilience
    10. Lack of organizational flexibility

    Tambahan saya mungkin juga "failure to establish quality of service". Seperti yang kita ketahui layanan operator kita gak bagus-bagus amat :).
    Balas
  7. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kebaikan pak Mustain dalam menuliskan rangkuman bab ini dengan cukup dan jelas.
    Rangkuman ini akan membantu kita dalam menjawab kasus yang diberikan oleh pak Fajar di atas.

    Menarik sekali ketika ada 2 institusi memutuskan untuk melakukan sebuah kerja sama jangka panjang sedangkan visi dan misi mereka kurang sejalan.

    Kita umpamakan bahwa kedua perusahaan ini pada realitanya memiliki target market yang berbeda atau kepentingan yang berbeda atau filosofi yang berbeda. Atau lebih ekstrimnya dalam kondisi normal mereka berkompetisi, misalnya Operator X yang baru berkembang akan menyewa infrastruktur Operator Y yang sudah mapan dan tidak mau cengkraman pasarnya terganggu. Lalu bagaimana mereka hendak menyatukan visi sehingga diperoleh kinerja dan hasil yang optimal bagi keduanya.

    Mari kita gunakan rangkuman tadi dan kita cari poin yang menjadi titik temu atau sederhananya mendatangkan keuntungan bagi kedua institusi. Untuk itu mereka perlu menyepakati 2 hal:

    1. Kesamaan kepentingan yang hendak dicapai, misal: sama-sama ingin men-generate revenue (komponen misi : pertumbuhan)
    2. Kesamaan tujuan untuk mendapatkan citra positif baik dimata pelanggan maupun investor (karakteristik misi)
    Balas
  8. Dari pernyataan diatas terlihat bahwa visi dan misi memiliki fungsi yang positif dalam manajemen strategi suatu perusahaan. Pernyataan visi dan misi yang detail dan jelas akan sangat berguna bagi para manajer dalam merumuskan, merencanakan dan menjalankan strategi apa yang akan digunakan untuk menjadi tujuan awal bersama dapat tercapai. Seringkali terjadi adalah pada saat suatu perusahaan lain tidak memperoleh keberhasilan maka para manager melihat kembali visi dan misi yang telah ada, apakah ada kekeliruan atau ketidakjelasan dalam visi dan misinya.
    Balas
  9. Seperti yang telah dirangkum oleh Mas Mustain diatas, Visi merupakan suatu tujuan, cita-cita ataupun harapan yang ingin dicapai. Dan Misi adalah kendaraan, alat ataupun langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk menuju kearah pencapaian visi tersebut.
    Seyogyanya, untuk bisa mewujudkan keberhasilan dalam suatu kerjasama, pihak-pihak yang bekerjasama harus memiliki visi dan misi yang sama, sehingga mereka berada dalam frame yang sama untuk mewujudkan dan mencapai goal masing-masing.
    Tetapi, seperti pertanyaan Pak Fajar diatas, bagaimana apabila dua instansi yang saling bekerjasama ternyata memiliki visi dan misi yang berbeda? Pendapat saya, mungkin harus dicari titik temu atau suatu hal, apa yang bisa menyatukan mereka, atau mereka memiliki kesamaan dalam hal apa? Dan hal itu bisa mengarahkan mereka untuk melakukan kerjasama yang baik dan menguntungkan agar mereka bisa mencapai tujuan mereka tersebut.
    Ada kata istilah yang tiba-tiba melintas dibenak saya, Joint Venture, yang merupakan penggabungan 2 perusahaan dengan pembentukan perusahaan baru dimana dalam perusahaan baru tersebut kedua perusahaan itu berbagi sumber daya, ekuitas, pendapatan, biaya, dan manajemen untuk mengejar tujuan bersama dan masing-masing perusahaan biasanya mempertahankan identitasnya sendiri. Apakah mungkin, untuk mengatasi perbedaan visi dan misi dari 2 instansi/perusahaan yang saling bekerjasama bisa diatasi dengan Joint Venture ini?
    Balas
  10. Sebuah fakta yang menyedihkan adalah, kebanyakan karyawan tidak tahu apa visi dan misi perusahaan atau instansi mereka. Cobalah tanya secara acak. Dari yang level paling rendah, menengah, lalu tinggi (kalau yang tinggi ini juga belum tahu, wah?). Setelah tahu, belum selesai. Perlu ditanya lagi, apa itu visi, apa itu misi. Saya pun suka kebalik-balik mengartikan visi dan misi (dulu, sebelum ikut kuliah ini hehe, benar). Karena gak tahu visi misinya, karyawan seperti tersesat, ia hanya datang untuk mengerjakan sesuatu di depannya, selesai, pulang, menerima gaji setiap bulan. Tanpa makna. Karyawan jadi mudah lelah dan putus asa begitu menghadapi masalah dan friksi. Penilaian terhadap dirinya berkurang. Tapi, bukan salah dia juga. Kamu tidak berdosa kalau kamu tidak tahu. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Demikian, terimakasih.
    Balas
    Balasan
    1. Menurut Hax dan Majluf dalam Akdon(2007 : 95), bahwa visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk:
      1. Mengkomunikasikan alasan keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok.
      2. Memperlihatkan framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders (sumber daya manusia organisasi, konsumen/citizen,pihak lain yang terkait)
      3. Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan
      Sumber : Akdon.2007.Strategic Management For Educational Management

      Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua unit dalam organisasi,menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi organisasi

      Oleh karena itu visi suatu perusahaan haruslah disampaikan dengan baik kepada karyawan agar tidak terjadi hal seperti yang mbak Elok sampaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar