Kamis, 02 Mei 2013

FGD “Kajian Pengaruh Investasi ICT Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

FGD “Kajian Pengaruh Investasi ICT Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia” dibuka oleh Ibu Septriana Tangkary selaku Kepala Puslitbang APTIKA dan IKP, yang dihadiri oleh para pejabat eselon III dan IV, dan para peneliti beserta staf di lingkungan Balitbang Kominfo, dengan Narasumber Prof. Dr.Kalamullah Ramli, Dr.Djoni Hartono, Dr.Hary Budiarto, dan Dr.Fritz Horas Silalahi.
Djoni Hartono, Dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Ekonomi (PPFIE) Universitas Indonesia, mengatakan Tabel Input – Output (IO) dari Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menggunakan data tahun 2010 dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dapat di compare dengan versi Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD – Organization for Economic Co-operation and Development). Dalam sektor ICT manufacturing, nilai IO bisa didapat dari statistik besar dan sedang. “Sayangnya, saat ini data untuk industri kecil belum ada, dan BPS belum mempublikasikan data tabel IO tahun 2010,” ungkap dosen Ilmu Ekonometri tersebut.
Hary Budiarto, Kepala Pusat Data Informasi dan Standarisasi BPPT, menambahkan BPPT telah menerbitkan ICT indikator tahun 2000 – 2010, dan menjadi ICT outlook Indonesia pada tahun 2011. “Kami bekerjasa sama dengan BPS dalam mengumpulkan data mengenai definisi ICT menurut OECD, namun fokusnya ke pendapatan rumah tangga,” ujar pakar Multimedia tersebut.
Sementara, Fritz Horas Silalahi, Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM, menyampaikan kebijakan Viability Gap Fund (VGF), kebijakan tax holiday dan tax allowance yang dapat mendukung perkembangan ICT di Indonesia. “Ada juga kebijakan alokasi resiko, namun belum termasuk dalam sektor ICT. Jika dimasukkan, dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur ICT,” ujar Dir. Perencanaan Infrastruktur BKPM tersebut.
Kalamullah Ramli, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, KemKominfo, menyarankan untuk mendapatkan data dari para pelaku industri telko yang berinvestasi besar di software serta dari Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII). “Investasi ICT pada akses data oleh perusahaan telko sudah sangat besar, namun belum maksimal keuntungannya, sehingga mempengaruhi Average Revenue Per User (ARPU). Investasi data center, dan ekonomi kreatif juga perlu diperhitungkan”, ungkap Dosen Fakultas Teknik UI tersebut. (NM)

 http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/blog/2013/04/24/fgd-kajian-pengaruh-investasi-ict-terhadap-pertumbuhan-ekonomi-di-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar